Biografi Van Ophuysen Sumber: pspjurnal
Ejaan Van Ophuysen merupakan ejaan pertama yang dimiliki oleh bahasa Indonesia. Ejaan ini ditetapkan tahun 1901. Perancang ejaan Van Ophuysen adalah orang Belanda yakni Charles Van Ophusyen dengan dibantu Tengku Nawawi yang bergelar Soetan Ma’moer dan M. Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini menggunakan huruf latin dan bunyinya hampir sama dengan tuturan Belanda.


Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:

huruf ‘j’ untuk menuliskan bunyi ‘y’, seperti pada kata jang, pajah, sajang.

huruf ‘oe’ untuk menuliskan bunyi ‘u’, seperti pada kata-kata goeroe, itoe, oemoer (kecuali diftong ‘au’ tetap ditulis ‘au’). tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan bunyi hamzah, seperti pada kata-kata ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamaï.
Guru di Kweek School/ SMA N. 1 PADANGSIDIMPUAN
Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä, ë, ï dan ö, menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata, bukan diftong, sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini.

Keterangan lebih lanjut bisa cari sejarahnya di google!!! :)

12 Comments

  1. Sampe sekarang suka lucu kalau baca ejaan lama,
    Yang tersayang
    Jadi
    Jang tersajang
    Hihihiihi

    ReplyDelete
  2. Ejaan jaman dulu emang unik2 ya, baru tau saya kalau mbah Charles yang pertama kali membuatnya

    ReplyDelete
  3. Ah, jadi ingat mamak
    Nulisnya masi pake ejaan ini. Wang, jang doeloe hehe
    Makasih udah mengingatkan kisah perjalanan ejaan bahasa kita 🙏

    ReplyDelete
  4. Kalau baca buku surat² Kartini pasti jumpa ejaan Van Ophuijsen ini yaa Bg... Meski tak berlaku tetapi menjadi bagian dr sejarah bahasa kita ya

    ReplyDelete
  5. Beberapa catatan lama milik almarhum bapak ditulis dengan ejaan begini.
    Lewat tulisan di blog ini aku baru tahu kalo ini namanya ejaan Van ophuijsen.

    Nice info, pengen search lebih banyak tentang ejaan ini dan sejarah nya

    ReplyDelete
  6. Aku kok jadi teringat sama merk rokok ya bang. Dji sa* Soe. Karena huruf j jadi lebih panjang. Hehe. Huruf u juga oe.
    Teringat juga Soe Hoek Gie

    ReplyDelete
  7. Tetapi saya tetap blom paham mengenai cara membaca huruf huruf yang punya titik dua di atasnya.
    Kebanyakan negara negara di eropa yang pakai ya.

    ReplyDelete
  8. Kayak nama blogku Roemah bacanya tetep rumah. Ini terinspirasi dari ejaan lama bang.

    ReplyDelete
  9. bahkan atok (nenek) aja nulis masih suka kebawa masa-masa dulu, alhasil cucunya yg bingung 🙈

    ReplyDelete
  10. Suka lucu baca ejaan lama. Ternyata namanya ejaan van ophuijsen. Eh, bacanya gimana tu bg? ofuisen? haha..

    ReplyDelete
  11. baru tahu nama ejaan jadul indonesia van ophuijsen. tapi agak sulit dihafal yakan namanya bang. hehhee. tfs ya bang

    ReplyDelete
  12. Aku tau ejaan ini sewaktu duduk di bangku SD kelas empat. Waktu itu teman baca "Goeroe" dengan sebutan seperti yang ditulis. Kemudian guru memberitahukan cara baca yang benar, yaitu "GURU."

    Jadi teringat masa masa SD

    ReplyDelete