Get me outta here!

Kunjungan Kerja Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Ke Kota Padangsidimpuan 2021

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Sumber: Edorivalda Pane

Usai melakukan kunjungan kerja ke beberapa Kabupaten di wilayah Tabagsel, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi lanjut melakukan kunjungan kerja ke Kota Padangsidimpuan. 

Dalam kunjungan kerja Gubernur Sumut ke Kota Padangsidimpuan juga mengkampanyekan kepada masyarakat untuk selalu prokes selama pandemi COVID-19 yang belum selesai ini. 

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga meminta kepala desa agar menggunakan dana desa untuk hal yang produktif. Dengan cara mengoptimalkan potensi desa masing-masing bukan malah sering melakukan Bimbingan Teknis.

Padangsidempuan memiliki kekayaan dan keindahan alam. Potensi tersebut bila dimaksimalkan bisa membuat masyarakat sejahtera kata Edy Rahmayadi di Aula Daulay Simorangkir Kodim 0212/TS Jalan Imam Bonjol, Kamis (17/6).

Anda  lebih tahu daerah anda, ayo maksimalkan dana desa, anda diamanahkan Rp 1 miliar, maksimalkan itu. Jangan cuma dibuat pake Bimtek aja hasilnya ga ada," kata Gubernur disambut tawa para Kades dan Camat kota Padangsidimpuan.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyerahkan bantuan
secara simbolis ke kelompok tani

Selain itu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi  menyerahkan sejumlah bantuan kepada para Kelompok Tani di Padangsidimpuan

Apalagi setelah besarnya perhatian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikiltura Provinsi Sumut, tergambar Petani di Padangsidimpuan semakin optimis untuk mengembangkan usaha pertaniannya dengan berbagai jenis komoditi.

Adapun bentuk bantuan yang secara simbolis diserahkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan diterima para Kelompok Tani 6 Kecamatan se Padangsidimpuan berupa Alsintan, Saprodi, bibit dan ternak.

Tim Belakang Layar Distan :)


Kilas Balik Sejarah Bus Fenomenal Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan: SIBUALBUALI 1970


Bus Sibualbuali 1970an (foto:panorama.com)
Jauh sebelum Indonesia merdeka, di Tapanuli Selatan telah berdiri sebuah  perusahaan angkutan (bus) yang dinamai Fa Old (Firma Oto Dinas Pengangkutan). Sibualbuali (nama gunung di Sipirok). Perusahaan bus ini didirikan secara resmi oleh Sutan Pangurabaan Pane di Sipirok pada tanggal 1 Januari 1937. Namun sebelumnya beliau adalah pengusaha hasil-hasil bumi yang handal yang tidak hanya beroperasi di Sipirok/Padangsidimpuan tetapi juga di Kotanopan/Muara Sipongi. Uniknya, latar belakang Sutan Pangurabaan Pane adalah seorang guru dan sastrawan lokal di Tapanuli Selatan yang dikemudian hari beliau lebih dikenal sebagai ayah dari tokoh-tokoh terkenal berikut: Sanusi Pane, Armijn Pane dan Lafran Pane.
Kota Sipirok 1937 (Foto:KITLV,NL)
Bus Sibualbuali menjadi primadona bus di Sumatera Utara waktu itu, di masa-masa awal lahirnya bus jarak jauh (long distance bus) karena moda transportasi ke daerah Tapanuli Selatan hanya satu-satunya dengan jalan darat. Kota Sipirok/Padangsidimpuan yang berada di pedalaman Sumatra (utara) yang jaraknya sangat jauh dengan kota-kota besar seperti Medan, Padang dan Pekanbaru (rata-rata 12 jam pada masa kini).


Berbeda dengan di daerah lain yang moda trasnportasinya sudah jauh berkembang apalagi pada moda transportasi laut dan kereta api. Hasil bumi yang melimpah di masa lalu (utamanya kopi) menjadi pemicu dan yang menjadi sumber biaya pendirian usaha-usaha jasa angkutan bus di Tapanuli Selatan. Disamping itu, masyarakat Tapanuli Selatan yang sudah lama mengecap pendidikan menumbuhkan minat para warga untuk mengarungi daerah-daerah lain yang lebih jauh. Tokoh penting untuk mengembangkan bus lokal ini menjadi bus bertaraf nasional pada awal 1950 adalah Kario Siregar, yang waktu itu bertindak sebagai Direktur Utama Fa Sibualbuali (Kario Siregar adalah ayah dari mantan Gubernur Sumatra Utara, Radja Inal Siregar).   

Penampilan bus Sibualbuali pada waktu itu sesungguhnya sangat bersahaja (lihat videonya, penampilan bus tahun 1970an). Desain kabin bus  hanya berupa konstruksi kotak buatan ‘karoseri’ Sipirok, dengan jendela kiri kanan, penutup jendela dari kanvas tebal warna coklat tua. Namun demikian, mesin dan chasis yang digunakan bis ini nomor wahid  buatan Amerika yang di produksi oleh General Motor Company (GMC). Konon mesin GMC ini  terkenal sangat 'bandel' untuk medan yang sulit sekalipun. Dengan ruang jelajah yang sangat berat dan berbahaya apalagi setir bus yang belum dilengkapi powersteering sudah tentu sopir yang dibutuhkan adalah orang yang berani dan handal baik dalam menjalankan bus maupun memperbaikinya jika terjadi kerusakan selama perjalanan khususnya pada mesin. Tidak itu juga instrumen klakson bus sibualbuali menjadi ciri khas dari bus satu ini pada jamannya.

Terminal bus Padangsidimpuan 1936-1939 (foto: KITLV.NL)
Pada awal pendiriannya armada bus Sibualbuali melayani angkutan penumpang dan barang dengan tujuan jarak pendek ke beberapa tempat di wilayah selatan Sumatera Utara seperti Muara Sipongi, Natal, Sibolga dan Tarutung. Untuk tujuan jarak jauh bus Sibualbuali dengan tujuan utama Pematang Siantar dan Kota Medan dengan pool bus di Padangsidimpuan. Besar kemungkinan peran bus Sibualbuali ini sangat penting masa itu dalam melayani masyarakat Tapanuli Selatan bermigrasi ke Tanah Deli (Medan).

Terminal bus Padangsidimpuan, 1970an
Sukses armada bus Sibualbuali setelah merdeka di seputar Sumatera Utara, Sibualbuali memperpanjang rutenya menuju Air Bangis, Bukit Tinggi dan Padang. Kemudian disusul dengan rute untuk Muara Bungo, Sungai Penuh dan Jambi yang selanjutnya hingga ke Palembang. Inilah salah satu bentuk adventure bus Sibualbuali di pedalaman Pulau Sumatera.yang mampu ‘menerabas’ jalan-jalan perintis yang sempit, berbatu, berlumpur dan jurang yang dalam di sisi-sisi jalan. Sukses Sibualbuali akhirnya sampai ke Tanjung Karang/Pelabuhan Panjang yang menobatkan dirinya sebagai pionir bus jarak jauh yang mampu mengarungi jalan-jalan di Sumatera dengan medan yang masih penuh hutan belantara.  

Terminas bus Padangsidimpuan 1960-1970 
Sekitar tahun 1972, penulis pernah memiliki pengalaman khusus dengan bis Sibualbuali.  Umur penulis saat itu sekitar 7 tahun. Pada tahun itu penulis dan keluarga mengantarkan dan melepas Tulang (Paman)   yang akan berangkat ke Jambi melanjutkan sekolah dengan menumpang bis Sibuabuali. Bus yang di tumpanginya saat itu persis seperti yang tertera pada gambar di atas. Dibutuhkan waktu seminggu untuk sampai ke Jambi pada masa itu.  Tidak itu juga para pengemudi bus paham betul bahwa mereka akan melintasi medan jalan yang sangat berat. Karena itu, bus  dilengkapi dengan alat-alat seperti; slink, kayu-kayu balok, sekop, pacul, jerigen minyak, ban serap lebih dari satu, serta alat bantu lainnya. Alat-alat tersebut  ditempatkan di bagian belakang bus agar mudah diambil jika saatnya di butuhkan.

5 TEMPAT WISATA KULINER YANG HARUS KAMU KUNJUNGI KETIKA KE KOTA PADANGSIDIMPUAN!

5 Tempat Wisata Kuliner Yang Harus Kamu Kunjungi Ketika ke Kota Padangsidimpuan
Padangsidimpuan terkenal dengan sebutan Kota Salak karena di kota inilah para petani salak yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan yang mengelilingi wilayah kota ini, terutama pada kawasan di kaki Gunung Lubuk raya, menjual hasil panen mereka.

Padangsidimpuan juga menjadi pintu masuk bagi setiap wisatawan yang ingin mengunjungi berbagai tempat wisata pilihan seperti Aek Sijorni, Pantai Sibolga dan Perjalanan menuju Provinsi Sumatera Barat melalui jalur darat. Nah, sebelum Anda melanjutkan perjalan wisata Anda, sebaiknya Anda berhenti sejenak dan menikmati sajian lain yang ditawarkan di kota Padangsidimpuan.

Kota ini memiliki banyak tempat wisata kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Berikut rangkuman 5 tempat wisata kuliner menarik di Kota Padangsidimpuan yang wajib Anda kunjungi:

1. Rumah Makan Batunadua Indah (BI)
 Rumah Makan Batunadua Indah
Jika Anda ingin menemukan makanan khas Padangsidimpuan (Tapanuli Selatan) maka wajib mengunjungi rumah makan yang satu ini RM Batunadua Indah yang terlatak 0.87 KM dari Padangsidimpuan Batunadua, Lebih Tepatnya Beralamat di Jl. Raja Inal Siregar Padangsidimpuan Timur Sumatera Utara, sebab menu yang ditawarkan salah satunya adalah holat.
Menu Andalan RM. Bi Holat
Holat merupakan makanan yang terbuat dari ikan mas yang memiliki kuah yang terbuat dari buah balakka. Makanan ini juga sangat kaya akan rempah-rempah, tentunya sangat sulit untuk menemukan kuliner yang satu ini. Akan sangat nikmat jika Anda menikmati makanan ini dengan pucuk rotan muda dan sambal, tidak heran jika makanan ini begitu digemari apalagi dipatok dengan harga yang pas di kantong.

Rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 15.00-22:00 wib.

2. Tenda Biru (Pajak Batu)
Tenda Biru
Tenda Biru ini merupakan tempat nongkrong merakyat yang posisinya hanya sekitar 6,3 KM dari Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Atau lebih Tepatnya Beralamat di Jl. Dr. Wahidin Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Kenapa dibilang merakyat? karna disini tempat berkumpulnya penjual kaki lima padangsidimpuan setiap malam mulai jam 20.00-24.00 wib.
Nampa dari dalam tempat makan Tenda Biru
Berbagai macam makanan dan minuman tersedia disini, menarik untuk mengisi isi perut yang lapar, seperti sate, bandrek, gado-gado, tst, indomie rebus, nasi goreng dan masih banyak lagi. Untuk rasa, tidak perlu diragukan lagi, hal tersebut terbukti berdasarkan banyaknya pelanggan berdatangan setiap malam.

3. Rumah Makan Permata Sari
Rumah Makan Permata Sari 
Jika anda berlibur ke Padangsidimpuan, maka tidak ada salahnya untuk berkunjung ke rumah makan Permata Sari yang berjarak 1,97 KM dari pusat kota Padangsidimpuan. Makanan yang disediakan di tempat ini cukup beragam, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat wisata kuliner.

Menu Andalan RM. PS 
Untuk rasanya juga tidak akan mengecewakan karena sangat lezat sehingga akan membuat Anda menambah dalam jumlah yang banyak, harga yang dipatok untuk setiap porsi juga sangat terjangkau sehingga tidak akan masalah jika Anda makan dalam jumlah yang banyak. Tentunya rekomendasi tempat kuliner di Padangsidimpuan ini akan sangat membantu Anda jika baru pertama kali berkunjung ke tempat ini dan ingin mencari makanan khas daerah ini.

Buka sejak pukul 09.00–21.00 wib rumah makan ini ramai saat jam makan siang.

4. Sate Rajawali Nauli
Sate Rajawali Nauli
Sate Rajawali NAULI merupakan tempat makan khusus sate, baik sate ayam maupun sate daging sapi dengan bumbu kacang atau padang, pokoknya semua terserah selera anda deh. Sate Rajawali NAULI ini terletak 6,5 KM dari Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Atau lebih Tepatnya Beralamat di Jalan P. Lumumba Rajawali Padangsidimpuan Sumatera Utara.
Sate Nauli bumbu kacang
Sate Rajawali ini cocok dikunjungi saat Anda sarapan pagi karena telah buka sejak pukul 07:00 sampai 15:00 setiap hari kecuali hari Jumat.

5. Soto Virgo
Rumah Makan Soto Virgo
Penggemar soto, silakan datang ke Rumah Makan Soto Virgo yang terletak di Silandin Jl. Tapian Nauli, 6,1 KM dari Padangsidimpuan Batunadua. Soto di sini memiliki cita rasa lezat dengan kuah santan kental dan kaya rempah yang disajikan bersama potongan daging sapi, perkedel, rempeyek dan sambal kecap. Jika Anda kurang menyuka soto bersantan, Anda bisa memesan soto ayam yang tak kalah nikmatnya.
Soto Virgo
Soto Virgo bisa dikunjungi jam 17.00-22.00 wib setiap malam.

Nah guys itu dia 5 tempat kuliner saat berwisata di kota padangsidimpuan rekomendasi Tim Relasiparadigma semoga bisa bermanfaat dan liburan anda bersama keluarga juga semakin meyenangkan, selain mengunjungi tempat wisata yang indah, anda juga menikmati makanan khas daerahnya. Selamat berlibur, dan tetap waspada dan selalu berhati-hati.




Panen Perdana Cabai Merah di Desa Bargot Topong Bersama Walikota Padangsidimpuan

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH Memberi Kata Sambutan Ke Kelompok Tani Mekar
Pemerintah Kota Padangsidimpuan panen Raya Cabai Merah yang dipusatkan di Kelompok Tani (Koptan) Mekar, Desa Bargot Topong, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Rabu (21/4/2021).

Ketua Kelompok Tani Mekar Arifin Siregar pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih karena telah mendapat bantuan bibit cabai merah yang hari ini akan di panen.

Arifin juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota yang telah menyempatkan hadir pada kegiatan penen tersebut.

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH, pada sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan terimakasih kepada Koptan Mekar atas panen raya yang baru saja dilaksanakan, “Apalagi panen yang di lakukan sebanyak 5 kali ini sudah mencapai 4 ton, mudah-mudah panen kedepan yang di perkirakan 4 atau 3 kali lagi dapat memenuhi target kita yang sudah kita targetkan di waktu kemaren sebanyak 7 ton,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama Camat Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Robiul Harahap mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang sudah memberikan bantuan stimulas covid-19 berupa bibit cabai merah diwilayahnya.

Robiul juga bangga kepada Kelompok Tani Mekar yang dinilai berhasil, “Ini sangat membantu masyarakat kelompok tani, khususnya kelompok tani mekar di desa bargot topong dalam masa pandemi covid-19 saat ini,” ucapnya.
Acara panen raya tersebut juga dirangkai dengan pemberian bantuan berupa bibit benih sawah dari Dinas Pertanian Padangsidimpuan kepada Koptan Mekar.


Kertas Surat Suara Pemilu Pertama Republik Indonesia 1955 Terdapat Gambar Angkutan Umum Tapanuli

Sekitar tiga bulan setelah kemerdekaan diproklamasikan Soekarno dan Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, pemerintah saat itu sudah menyatakan keinginannya untuk bisa menyelenggarakan pemilu pada awal tahun 1946. Hal itu dicantumkan dalam Maklumat X, atau Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta tanggal 3 Nopember 1945, yang berisi anjuran tentang pembentukan Partai-partai politik. Maklumat tersebut menyebutkan, Pemilu untuk memilih anggota DPR dan MPR akan diselenggarakan bulan Januari 1946. Tetapi kemudian ternyata pemilu pertama tersebut baru terselenggara hampir sepuluh tahun setelahnya.

Gambar Surat Suara Pemilu Tahun 1955, Sumber: Google

Pemilu pada tahun tersebut merupakan pemilihan umum yang pertama di Indonesia dan pemilihan umum satu-satunya yang diselenggarakan pada masa kepemimpinan Presiden Sukarno. Pemilu tersebut di ikuti sekitar 172 kontestan, baik itu Partai Politik, organisasi massa maupun perseorangan. Uniknya lagi, didalam surat suara tersebut terdapat logo Sibualbuali. Karena refrensi yang kurang, tidak diketahui bahwa logo tersebut merupakan logo Parpol, organisasi massa, atau perseorangan.

Baca Juga: KILAS BALIK SEJARAH BUS FENOMENAL MASYARAKAT TAPANULI BAGIAN SELATAN: SIBUALBUALI 1970

Sibualbuali sendiri merupakan salah satu perusahaan jasa angkutan umum asli Tapanuli Bagian Selatan.


Logo Sibualbuali Terpampang di Kertas Suara Tahun1955

Bagi masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Angkutan/ Bus Sibualbuali sudah tak asing lagi. Bus ini sudah mengangkut jutaan penumpang dari Tabagsel menuju sejumlah kota di Sumatera Utara hingga luar provinsi. mungkin tidak banyak yang tahu bagaimana sejarah bus pertama di Tabagsel ini.

Baca Juga: SEJARAH TIMUR PANE SANG NAGA BONAR

Sibualbuali diambil dari nama salah satu Gunung di Tapsel (Sibualbuali), bus yang saat ini berkantor di Jalan Sisingamagaraja (Stamiang) Kota Padangsidimpuan sudah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka. Perusahaan bus ini didirikan oleh Sutan Pangurabaan Pane di Sipirok dan resmi beroperasi pada tahun 1937.

Sibualbuali dari masa ke masa, Sumber: Perpustakaan Nasional

Sutan Panguraban merupakan seorang pengusaha hasil bumi andal yang tidak hanya beroperasi di Sipirok, Padangsidimpuan, namun dia juga memiliki usaha di Kotanopan dan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dan ayah dari tokoh-tokoh terkenal yaitu Sanusi Pane, Armijn Pane, dan Lafran Pane.



Sumber Referensi : Kumparan.com
                                Psp Jurnal

Ejaan Van Ophuijsen

Biografi Van Ophuysen Sumber: pspjurnal
Ejaan Van Ophuysen merupakan ejaan pertama yang dimiliki oleh bahasa Indonesia. Ejaan ini ditetapkan tahun 1901. Perancang ejaan Van Ophuysen adalah orang Belanda yakni Charles Van Ophusyen dengan dibantu Tengku Nawawi yang bergelar Soetan Ma’moer dan M. Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini menggunakan huruf latin dan bunyinya hampir sama dengan tuturan Belanda.


Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:

huruf ‘j’ untuk menuliskan bunyi ‘y’, seperti pada kata jang, pajah, sajang.

huruf ‘oe’ untuk menuliskan bunyi ‘u’, seperti pada kata-kata goeroe, itoe, oemoer (kecuali diftong ‘au’ tetap ditulis ‘au’). tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan bunyi hamzah, seperti pada kata-kata ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamaï.
Guru di Kweek School/ SMA N. 1 PADANGSIDIMPUAN
Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä, ë, ï dan ö, menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata, bukan diftong, sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini.

Sumber Referensi : Psp Jurnal

Keterangan lebih lanjut bisa cari sejarahnya di google!!! :)