relasiparadigma

NdUqSgC0u4XiOGoyhDMuihfjvvjUWCiy2cvpJOO3

Penghasil Salak Terbesar di Indonesia Dulunya Berada di Lereng Gunung Lubuk Raya Tapanuli Selatan, Sentra ‘Salak Sidempuan.

Sentra Salak Utama di Indonesia
Salak Sibakua (Sidempuan) sudah lama dikenal dan diusahakan secara turun temurun. Dengan tingkat produksi 426.758 ton per tahun (Tabel-1) menjadikan produksi Salak Sidempuan yang terbanyak di Indonesia pada masanya. Sebagai sentra utama salak di Indonesia, pemerintah kota telah memproklamirkan sebutan nama kota padang sidempuan sebagai KOTA SALAK. Salak Sidempuan memiliki ciri khas yang unik dibanding jenis salak lainnya, tidak hanya memenuhi pasar-pasar di Sumatera Utara juga menjadi komoditi ekspor. Selain itu Salak Sidempuan dipasarkan ke seluruh provinsi di Sumatera dan negara jiran (Malaysia atau Singapura).
Salak Sidempuan sendiri sudah lama dikenal, bahkan jauh sebelum adanya salak pondoh. Salak pondoh baru mulai dikembangkan pada tahun 1980an. Tahun 1999, produksi salak pondoh di Yogyakarta mencapai 28.666 ton.

Riwayat 'Salak Sidempuan' 
Salak Sidempuan adalah salah satu tanaman asli Indonesia yang tumbuh subur di lereng Gunung Lubuk Raya. Sentra produksi Salak Sidempuan sangat luas yang meliputi Kecamatan Angkola Barat, Kecamatan Angkola Timur, Kecamatan Angkola Selatan, Kecamatan Marancar dan Kecamatan Sayur Matinggi (Tabel-2).
Kecamatan Angkola Barat adalah sentra utama salak sidempuan. Di kecamatan ini terkenal dengan pepatah 'Salak Sibakkua, Dipangan Sada Mangido Dua" (Salak Sibakkua, Dimakan Satu, Malah Minta Dua). Konon, Salak Sidempuan, diekspor ke Batavia pada era Belanda melalui pelabuhan Sibolga untuk memenuhi kebutuhan orang-orang Eropa. Gambar-1 memperlihatkan perkembangan produksi salak di Indonesia (1970-2012). Dengan mengasumsikan bahwa pada tahun 1970 produksi salak Indonesia antara 20.000-30.000 ton, dan produksi salak pondoh baru di introduksi (pertama kali) tahun 1980an, maka total produksi salak Indonesia sebelum tahun 1980 besar kemungkinan merupakan kontribusi dari Salak Sidempuan.

Asal Nama 'Kota Salak'
Kota Padang Sidempuan yang juga populer dengan sebutan nama ‘Kota Salak’ tofografinya adalah sebuah lembah yang merupakan cekungan yang dikelilingi bukit/gunung yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. Di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Angkola Barat dan Kecamatan Marancar, di sebelah Timur berbatasan dengan Angkola Timur, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Angkola Selatan dan Kecamatan Sayur Matinggi. 
Sebutan nama Kota Salak untuk Padang Sidempuan, muncul pada akhir tahun 1970-an, ketika anak-anak muda Padang Sidempuan tengah bergairah berbalas 'surat pendengar' yang diselingi lagu-lagu pilpen (pilihan pendengar) di stasion Radio Kencana waktu dulu. Para pendengar yang berbalas surat ini kerap menyebut Kota Padang Sidempuan sebagai Kota Salak. Pada masa itu, penyiar terkenal dan favorit adalah Pak Mono (nama aslinya Syamsul Harahap).
Kota Padang Sidempuan sebagai Kota Salak telah lama sudah diabadikan dalam sebuah lagu yang berjudul Ketabo (ketabo tu Sidimpuan, musim ni salak sonnari disi dongan) yang diciptakan oleh Nahum Situmorang (lahir di Sipirok 1908, wafat 1969) dan telah dinyanyikan dengan berbagai versi (YOUTUBE),

'Salak Merah Sidempuan'
Salak  (SNI 3167:2009) sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan. Dalam bahasa Inggris disebut salak atau snake fruit, sementara nama ilmiahnya merujuk pada Salacca zalacca. Buah ini disebut snake fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular. Salak merupakan tanaman tropis, terutama ditanam untuk dimanfaatkan buahnya. Salak juga telah menjadi salah satu komoditi ekspor Indonesia. Selain dimakan segar, salak juga biasa dibuat manisan, asinan, dikalengkan, atau dikemas sebagai keripik salak. Salak yang muda dapat digunakan untuk bahan rujak. Produksi salak terjadi sepanjang tahun dan kesegaran salak hanya mampu sekitar seminggu (Tabel-3).
Salak ditemukan tumbuh liar di berbagai tempat di Indonesia. Diduga asal-usul salak sendiri berasal dari Asia Tenggara: Selain di Indonesia, salak juga dibudidayakan di Thailand dan Malaysia. Berdasarkan kultivarnya (ciri khas) di Indonesia, masyarakat petani salak mengenal antara 20 sampai 30 jenis di bawah spesies. Pada masa ini, hanya beberapa jenis yang dikenal luas, diantaranya adalah Salak Sidempuan dari Sumatera Utara.
Secara khusus, salak yang tumbuh di Sumatra bagian utara (Padang Sidempuan) merupakan salah satu dari tiga jenis salak utama yang ada di Indonesia, Salak Sidempuan merupakan jenis yang berbeda dari dua jenis lainnya dan khas yang nama botaninya Salacca sumatrana (Becc). Salak Sidempuan, selain berdaging putih juga berdaging merah yang memiliki nilai komersil yang tinggi. Pada tahun 1999, Menteri Pertanian menetapkan ‘Salak Merah Sidempuan’ dan ‘Salak Putih Sidempuan’ sebagai dua varietas dari enam varietas salak unggulan nasional, Sementara dua jenis salak Indonesia lainnya adalah salak Jawa, Salacca zalacca (Gaertner) Voss dan salak Bali, Salacca amboinensis (Becc.) Mogea.

Tulisan belum sepenuhnya rangkum 100% dan Penulis sampai saat ini masih mencari sumber buat referensi merangkum sejarah salak sibakua.

 Lanjut Part II ??

Sumber Dikompilasi dari Akhir Matua Harahap
Data tabel dari: Siregar, Laila Nurhasanah. 2009. “Analisis Finansial Industri Pengolahan Dodol Salak dan Prospek Pengembangannya di KabupatenTapanuli Selatan”. Skripsi, USU
#
Related Posts

Related Posts

23 komentar

  1. Informasi yang lengkap dan mudah dipahami. Di kota saya sekarang ini salak menjadi salah satu buah yang menurun peminatnya karena dari beberapa penikmat buah sekarang sudah banyak beralih ke jus instan.

    BalasHapus
  2. Dulu setiap mudik ke Mandailing Natal selalu menyempatkan untuk beli salak Sibakua di Padang Sidimpuan. Baru tau ternyata jauh sebelum adanya salak pondoh sudah ada salak Sibakua. Makasih ya informasinya. Lengkap dan mudah dipahami

    BalasHapus
  3. Selama ini hanya menjadi penikmat buah salak. Dan ternyata setelah membaca artikel ini jadi makin terbuka wawasan mengenai salak dan banyak juga jenis-jenis nya. Terima kasih untuk informasinya. Cukup jelas dan lengkap pembahasannya.

    BalasHapus
  4. Informasi mengenai Salak di artikel ini membuat saya kagum karena begitu terstruktur dan menarik untuk disimak. Selama ini saya hanya tahu bahwa Salak itu hanya satu jenis, dan ketika melihat wujud salak Sidempuan yang berwarna Merah itu, ternyata menjadi komoditi ekspor dari Indonesia.

    Keren Bang artikelnya, semangat terus menulisnya.

    BalasHapus
  5. Komplit infonya.. bacaan yg cocok saat santai..

    BalasHapus
  6. Selama ini baru makan salak pondoh sama salak manonjaya. Apalagi kalo salak manonjaya mah tinggal metik aja di kebun, hehe. Yang penasaran sekarang salak sidempuan yang warna merah.

    BalasHapus
  7. Jarang2 jaman skrng ini apa lg generasi Z yg sangat peduli sama cerita masa lalu daerahnya, mas lah org yg kuperhatiin dari isi blognya membahas tentang daerah aja, sukses selalu buat relasiparadigmanya ����

    BalasHapus
  8. Saya baru tahu kalo dulu penghasil salak terbesar di Indonesia ada di Kota Pada Sidempuan, kalo ga salah disekitar tahun 2014 penghasil buah salak terbesar di Indonesia ada di Sleman. Btw buah salak merupakan buah favorit saya

    BalasHapus
  9. Bermanfaat, itu salak warna pink seertinya segar. Terima kasih banyak

    BalasHapus
  10. Kalo ke Sidimpuan emang gak lengkap rasanya kalo gak gak beli salak. Soal rasa emang gak perlu diragukan lagi 👏

    BalasHapus
  11. saya suka sekali dengan buah-buahn dan buah menjadi salah satu kesukaan saya juga, dan ketika tinggal di Yogya enak sekali banyak masayarakat yang nanam salak, sayangnya belum cobain yang di Tapanuli

    BalasHapus
  12. mantap kk.. padang sidimpuan emang is number one

    BalasHapus
  13. salah satu buah kesukaan saya ini salak, apakah salak dari daerah ini sudah di pasarkan ke daerah jawa? penasaran dengan rasanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blum kak, soalnya pemerintah daerah tidak terlalu memperhatiin nasip perkebun salak disini. Cuma memasarkan sekitar sumut aja.

      Hapus
  14. salak sidempuan emang terkenal banget sih. aku kalo mau ke sumut sering bawa salak dari sana

    BalasHapus
  15. Salak sidempuan salah satu salah terkenal dan sepertinya memang enak. Sayangnya, masih belum bisa mencoba. Baru bisa mencoba salak pondok 😁

    BalasHapus
  16. bener banget nih, kebetulan saya dari tasikmalaya, dan memang benar di manonjaya tempatnya salak yang sangat enak

    BalasHapus
  17. Saya baca pepatah di Sidempuan itu sambil nyanyi loh..
    Hahaha..
    Salak sibakkua tampaknya gak agak berbeda dari produksi salak Sidempuan yang dulu. Dulunya kami selalu beli buat oleh-oleh, rasanya Semua manis dan tidak mengecewakan. Sekarang kebanyakan sudah terasa asam bang.. kenapa ya..

    BalasHapus
  18. Saya tau lagu salak sibakua dari suami saya yang masa kecilnya dihabiskan di kota salak itu. Ciri salak sidempuan yang khas adalah rasa kelat (sedikit pahit) diantara manisnya. Mengingatkan kelatnya pakat yang khas Tapanuli Selatan juga. Semoga makin dikenal lagi salak sidempuan ini.

    BalasHapus
  19. Nama ilmiahnya bagus sekali, Salacca Zalacca, cocok dijadikan nama anak kembar ya kan hehehhe

    BalasHapus
  20. Salak sidempuan memang mantap kali rasanya, klo singgah ke Padang sidempuan pasti disempatkan beli salak langsung dari pohonnya

    BalasHapus
  21. aku beneran baru tahu soal ini loh. aku kira di jawa penghasil salak terbesar. Soalnya kan terkenal banget salak pondoh tuh di berbagai daerah.

    BalasHapus

Ads