Breaking News

Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Tabagsel Menuntut Keadilan Ke DPR-KPU Kota Padangsidimpuan


Padangsidimpuan, 2019 - Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Tapanuli Bagian Selatan menggelar aksi turun kejalan untuk menuntut ketidakadilan atas kecurangan yang dilakukan KPU Pusat terhadap salah satu paslon Presiden di negeri ini.

Dalam hal ini ratusan mahasiswa dari Ikatan BEM Tabagsel UMTS, IPTS, Aufa Royhan, Kammi Padangsidimpuan, dan Himmah Tapsel yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Tapanuli Bagian Selatan, dan juga dua perwakilan kampus kota medan ikut serta dalam aksi ini diantanya USU dan UNPAB-Medan.

Aksi mereka dimulai dari kantor DPRD Kota Padangsidimpuan. Di depan kantor tersebut, massa menggelar orasi, menuntut ketegasan Ketua DPRD dalam kepedulian atas kecurangan demokrasi tahun ini. Dan sayangnya aksi mereka di depan kantor DPRD tak di imbau Ketua DPRD ataupun anggota DPRD yang lain, menunjukkan ketidak pedulian terhadap aksi mahasiswa, acuh tak acuh untuk menanggapi aspirasi mereka.


Kemudian mereka melanjutkan aksinya ke Kantor KPU. Di depan Kantor KPU mereka menggelar orasi dan menyampaikan beberapa tuntutan. adapun tuntutan mahasiswa yang disampaikan :
  1. Meminta KPU, Bawaslu agar melakukan investigasi terkait meninggal kurang lebih 600 anggota KPPS.
  2. Meminta pemerintah agar menyelesaikan sengketa pemilu secara konsitusional dan seadil adilnya.
  3. Stop pembungkaman demokrasi.
  4. Meminta pemerintah agar mengevaluasi pemilu serentak 2019.
  5. Menuntut pihak legeslatif untuk merevisi UU ITE Pasal 27 ayat 3.
  6. Tolak Proyek obor khususnya Sumatera Utara.
  7. Tegakkan supremasi Hukum yang Pro Rakyat.
"Tegas Koordinator aksi Rony Ya’cub Azhari, Selasa (22/5) ucapnya.


Dalam tuntutan mereka juga menyinggung proyek Obor Cina, dengan tegas mereka menolak proyek tersebut. Menurut mereka proyek tersebut tidak pro rakyat. Mereka juga menilai supermasi hukum pada masa pemerintahan sekarang tajam kebawah tumpul ke atas. Untuk itu mereka meminta pemerintah menegakkan supermasi hukum pro rakyat.

Dihadapan massa, Ketua KPU Kota Padangsidimpuan Tagor Dumora Lubis menjelaskan sebagai bentuk keprihatinan mereka, terkait meninggalnya anggota KPPS. KPU bersama Bawaslu, Forkompinda Kota Padangsidimpuan dan peserta pemilu serta Tim Pemenangan 01 dan 02 telah melaksanakan doa bersama bagi para penyelenggara pemilu yang sakit dan meninggal dunia.


“Alhamdulilah di Kota Padangsidimpuan sendiri, penyelenggara pemilu tak ada korban jiwa yang meninggal dunia. Yang jatuh sakit di rawat rumah sakit, ada satu orang. Itu pun sudah kita santuni sesuai kemampuan keuangan KPU ”terangnya. Tapi disayangkan setelah menyampaikan penjelasannya, Ketua KPU Kota Padangsidimpuan langsung pergi meninggalkan seluruh mahasiswa karna ada tuntutan permohonan dari mahasiswa yang gak bisa dipenuhi oleh ketua KPU Kota Padangsidimpuan yaitu, meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan KPU Pusat soal input data dan di indekasi adanya kecurangan buat paslon 02 atau pun ketidak seriusannya KPU mengusut Kematian KPPS kurang lebih 600 orang.


Usai mendengarkan penjelasan Ketua KPU tersebut, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Tapanuli Bagian Selatan membubarkan diri dengan tertib dari depan Kantor KPU Kota Padangsidimpuan. Dalam aksi tersebut massa mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian.

Alisansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Padangsidimpuan/ Tabagsel
( UMTS-IPTS-AUFA ROYHAN-USU-UNPAB)

2 komentar:

  1. Udh gitu jg bawaslu ttp nolak ya bang. Ttp 01 menang hehe

    BalasHapus
  2. Mahasiswa padang Sidempuan keren Ih... Gak keasikan mobile legend sampe lupa sama masalah negeri ini.

    Lalu bagaimana lagi cara masyarakat bersuara , kalo semua ditolak ya.

    Ahhhh jadi ngeri ngebayangin nya.

    BalasHapus