Breaking News

Tim Dompet Dhuafa Sumut Menurunkan Volunteer Membantu Penanggulangan Bencana di Mandailing Natal

DD Sumut Menurunkan Tim Assessment ke Lokasi Bencana Banjir Bandang di Kab. Mandailing natal - Sumatera utara (Sumber: Edorivalda Pane)

Mandailing Natal, 2018 - Relawan yang tergabung dalam tim Dompet Dhuafa Volunteer, Senin (15/10), melakukan respon cepat, tepat dan terkoordinasi untuk membantu masyarakat yang mengalami bencana di Desa Muara Saladi Kec. Ulu Pungkut, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara. Yang lokasinya dapat di tempuh dengan perjalanan darat dari kota Padang sidimpuan selama 4,5 jam, 15 jam dari kota Medan atau 7 jam dari kota Padang.

Untuk melakukan penanggulangan bencana, Dompet Dhuafa Sumut didukung oleh beberapa relawan yang ada di Kabupaten/ kota di Sumatera Utara menginformasikan kepusat bawasannya didaerah yang mengalami bencana harus cepat-cepat diberi pertolongan dan bantuan. Dompet Dhuafa Volunteer selaku organisasi kemanusiaan dalam penanggulangan darurat bencana harus siap dan tanggap untuk turun ke lokasi dituju untuk siap membantu.

Toras Adytia Simanjuntak selaku ketua tim Dompet Dhuafa Volunteer Sumut dan Koordinator Kebencanaan DDV Sumut wilayah (Tabagsel) Edorivalda Pane dibantu rekan relawan yang lain turun langsung ke lokasi dengan turut memberikan bantuan logistic berupa bahan makan: Gula, Garam, Kopi, Telur, Minyak goreng, Teh bubuk, Kentang, Kol, Ikan asin. Juga pakaian layak pakai sebanyak 10 goni serta 50 pics selimut baru, ini semua hasil dari bantuan infaq yang didonasikan di Dompet Dhuafa Sumut.

Penyerahan Bantuan Logistic Kepada masyarakann Korban Banjir Bandang di Kab. Mandailing natal - Sumatera utara (Sumber: Edorivalda Pane)

Ketua Dompet Dhuafa Sumut Berbincang Perial Bencana Yang Terjadi di Kec. Ulu Pungkut Bersama Kepala Desa Setempat (Sumber: Edorivalda Pane)

Keadaan Bangunan Masjid Setelah Diterjang Banjir Bandang, Masih Keliatan Kokoh Berdiri di Kab. Mandailing Natal - Sumatera Utara (Sumber: Edorivalda Pane)

Bapak Sutopo selaku masyarakat disana menjelaskan Tercatat 12 korban jiwa akibat banjir bandang yang terdiri dari 4 anak laki-laki, 8 anak perempuan yang kesemuanya merupakan murid Madrasah yang saat terjadi banjir bandang sedang belajar, bahkan 1 orang siswa perempuan ditemukan terpisah badannya, semuanya sudah ditemukan pada pukul 01.00 wib.

Sebagian jumlah pengungsi 77 KK atau 324 jiwa mereka mengungsi di kantor balai desa di desa huta godang ataupun kerumah kerabatnya. Kerusakan akibat banjir bandang di Kecamatan Ulu Pungkut meliputi 19 unit rumah rusak berat, 22 unit rumah hanyut, 1 unit mobil Avanza rusak berat.
Lima unit bangunan fasilitas umum 1 SD 235, 1 Madrasah,1 polindes - KB, 1 mck laki-laki, dan 1 mck wanita. rusak berat. Pak Sutopo dalam keterangannya, Senin (15/10).

Keadaan Rumah Warga Habis Diterjang Banjir Bandang (Sumber: Edorivalda Pane)

Relawan Dompet Dhuafa Lagi Menghibur Salah Satu Orang Tua, Korban Banjir Bandar di Pos Pengungsian (Sumber: Edorivalda Pane)

Relawan Dompet Dhuafa Sumut Ikut Membersikan Rumah yang Kena Bencana (Sumber: Edorivalda Pane)

Relawan Dompet Dhuafa Sumut Berserta Pesonil TNI Membersikan Puing-puing Rumah Warga yang Mengalami Bencana (Sumber: Edorivalda Pane)

Tim Dompet Dhuafa Sumut berharap bantuan logistic dan tenaga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang terkena bencana banjir dan pemberian bantuan ini juga supaya dapat meringankan beban dan penderitaan saudara kita yang terkena bencana banjir di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut. Mudah mudahan yang terkena bencana banjir bandar ini diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah.

Sumber : Relasiparadigmacom

www.ddwaspada.org
(Ads) Jagan Lupa Klik di Foto 👆

Tidak ada komentar